Blog EntryDemokrasi SeniApr 14, '08 10:57 AM
for everyone

Saat menonton democrazy yang ditayangkan di metro tv yang ditayangkan setiap minggu malam. saya tergelitik ketawa dan juga mungkin menertawakan diri saya. Bagaimana kebebasan berekspesi yang digaungkan oleh berbagai pihak seolah melegitimasi setiap langkah dalam berekspresi. Saat ini Indonesia merupakan Negara yang bisa dikatatakan sangat plural dan hamper memaklumi semua. Contohnya ketika terjadi korupsi, ya dimaklumi. Ketika terjadi pornografi dan pornoaksi ya dimaklumi, karena semuanya mempunyai dalih untuk kebebasan berekspresi.

Apakah memang kebebasan yang terjadi saat ini Benar – benar merupakan bawaan yang harus dan dimaklumi dalam berdemokrasi. Apakah memang semuanya ditolerir ketika mengatas namakan seni ?. bagaimanakah seharusnya memperlakukan seni?. Seni merupakan hal yang abstrak dan sangat didominasi oleh perubahan zaman. Seni yang dihasilkan bangsa mesir ataupun bangsa china misalnya tidak akan sama, begitu juga orang jawa dan orang Kalimantan bahkan diseluruh bangsa ini seni yang merupakan karsa dan budaya tidak akan sama satu dengan yang lainnya.

Lantas apakah kiblat seni yang seharusnya diikuti ? kata hati ?, mungkin bisa jadi, tetapi apakah kata hati mewakili kita, atau mewakili sebagian orang untuk berekspresi. Untuk sebagian orang berekspresi merupakan bentuk aktualisasi diri yang  melambangkan kepribadian.  Lantas kemanakah arah berekspresi ? apakah hanya unsur untuk mengenalkan identitas ataukah untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan.

Bagaimanakah kalangan seni seharusnya bersikap?, kalangan seni seharusnya bijak dalam berekspresi dan haruslah mendidik. Tidak dengan alas an berekspresi sehingga melegalkan segala sesuatu yang mereka anggap seni. Setiap kita memmpunyai kewajiban dan kontribusi dalam mencerdaskan bangsa dan membuat bangsa kita bermoral. Membuat bangsa yang besar bukanlah tugas sebagian dari bangsa ini tetapi tanggung jawab kita bersama dalam mencerdaskan bangsa. Ketika kita saling mengutuk dan menyalahkan orang lain, apakah kita memang lebih baik dari pada orang yang kita kutuk. Marilah kita berekspresi dengan santun dan terhormat serta bertanggung jawab.

Kita hanyalah manusia yang selalu khilaf dalam melangkah, marilah kita menyatukan langkah dalam membangun bangsa ini, membuat bangsa ini tangguh dan bermartabat. Apakah kita rela bangsa ini selalu dalam hinaan bangsa lain ? apakah kita rela masih banyak rakyat bangsa ini menderita ? sementara kita hanya asyik mengkritik tanpa pernah berbuat. Sekarang mari kita berbuat jangan hanya menyalahkan, ajarkanlah bangsa ini dengan cara yang santun.

 


saptosutardi wrote on Jun 2
Salah satu dari four freedom yang merupakan bagian penting dari demokrasi adalah kebebasan berbicara. Seseorang punya hak menyatakan berbicara tentang semua hal. Teramsuk menghina agama lain. Mengapa saya katakan demikian? Karena alasan demokrasi juga digunakan penghina Nabi Muhammad SAW beberapa bulan lalu. Kebebasan berbicara. Dalam realitanya ini tidak pernah ada diterapkan dalam sebuah sistem kenegaraan. Memeng demokrasi tidak pernah lahir di bumi. Ia kena ABORSI. Mati sebelum lahirnya.

Oleh karenanya para pejuang Islam tidak layak memperjaungkan sesuatu yang bersifat "hayali", Demokrasi hanya ilusi.
Berbeda halnya dengan Islam. Islam telah meletakkan sendi-sendi membangun peradaban manusia yang beradab. 13 abad memimpin dunia. Dalam sebuah bentuk pemerintahan.

Sapto, Mataram.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help