Blog Entry“Anak Kampung” ikut Raimuna ??Apr 7, '08 1:38 AM
for everyone

Raimuana 2008 sudah didepan mata tepatnya bulan 27 juni – 27 juli 2008, lebih dari 15000 pramuka penegak dan pandega akan berkumpul di bumi perkemahan cibubur. Kegiatan nasional ini  merupakan ajang pertemuan pramuka penegak dan pandega berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Saat ini pramuka adalah generasi muda yang digembleng dengan nilai patrioatisme serta memananamkan watak yang berbudi luhur. Pramuka merupakan identitas bangsa yang didalamnya terkandung nilai – nilai filosofi untuk berbuat bersama dalam membangun bangsa dan Negara. Pramuka juga suatu lembaga yang netral dan bersifat pendidikan, walaupun kadang dengan menerap militerisme dalam pengembangannya.

Raimuna yang disebut sebagai pesta penegak sudah dilaksanakan untuk yang kesembilan kalinya, tetapi apakan raimuana memang dibangun dengan nilai kebangsaan dan apakah raimuna dibangun dengan kebhinekaan. Apabila dibangun dengan nilai kebangsaan mengapa bersifat sentralistik ? mengapa bersifat jawasentrik ?. apakah memang dibangun dengan maksud untuk memperkenalkan “anak kampung” dengan pulau jawa, sehingga mereka akan melihat “Jakarta”.

Bagaimana kebhinekaan harusnya disebarkan dengan nilai – nilai menghargai keberadaan daerah di Indonesia, bukan sikap arogan pusat yang mengharuskan dipulau jawa. Bagaimana pramuka bisa menebarkan nilai – nilai keadilan, sementara nilai – nilai keadilan yang disebar di raimuna tidak ada. Pernah saya berdiskusi dengan peserta Pertiwana 2007 bagaimana perjuangan peserta daerah untuk bisa mengikuti kegiatan di Jakarta. Apakah teman – teman dari pulau jawa tahu ?

Seharusnya pihak pusat mengerti akan hal ini, daerah juga seharusnya diberikan kesempatan dalam mengelola kegiatan. Daerah juga seharusnya diberikan kepercayaan dalam melaksanakan kagiatan nasional. Kegiatan yang dilaksanakan didaerah merupakan ajang mengenalkan daerah kepada 15000 peserta raimuna yang tersebar di Indonesia yang juga akan membantu pengembangan pariwisata. Setidaknya pada saat pelaksanaan raimuna banyak memberikan keuntungan berbagai pihak didaerah.

Seharusnya “kita” memikirkan hal ini, jangan hanya melihat fasilitas yang ada dipusat, bagaimana daerah bisa berkembang kalau tidak ada dorongan dan kepercayaan. Mari kita renungkan bersama, raimuan bukan hanya pesta tetapi mengandung nilai untuk saling menghargai dan mencintai kekayaan budaya Indonesia dan juga menyebarkan perdamainan di bumi indonesia. (awang)

 


erwindiyan wrote on Apr 16
Salam Pramuka
Kak Awang, persiapan raimuna nasional tidak harus dilaksanakan di daerah Jawa, tapi ini semua berdasarkan keputusan bersama, dimana biasanya pada waktu raimuna nasional sebelumnya dminta kepada Kwartir daerah di indonesia ditawarkan siapa yang mau dan sanggup menjadi tuan rumah raimuna selanjutnya, jadi semua itu bukan keputusan sepihak dari Kwarnas, saya contohkan waktu raimuna nasional 2003 di candi prambanan yogyakarta, Kwartir Nasional menawarkan kepada Kwarda di indonesia siapa yang mau menjadi tuan rumah Raimuna Nasional 2008, yang mendaftar banyak juga yaitu Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua, dan Sumatra Utara. kemudian Sul - Sel dan Sumut mengundurkan diri, kemudian dari kwarnas memberikan kesempatan kepada kwarda yang mencalonkan untuk menjadi tuan rumah Raimuna Nasional 2008 untuk menunjukan kesiapannya sampai jambore Nasional 2006 kemarin, ternyata sampai batas yang ditentukan Kwartir Daerah yang mencalonkan tidak memberikan jawaban sehingga, kwartir nasional mempersiapkan Buper Wiladatika Cibubur sebagai cadangan tempat penyelenggaraan Raimuna Nasional 2008, dan tenyata sampai tahun 2007 Kwarda yang mencalonkan juga belum memberikan jawaban, maka dipersiapankanlah buper Wiladatika Cibubur sebagai tempat Raimuna Nasional 2008, dikarenakan persiapan pelaksanaan sudah mepet sekali dan Buper Wiladatika Cibubur memiliki Fasilitas yang komplit untuk mengakomodasi semua kegiatan, mungkin itu bisa juga sebagai bahan renungan kita bersama dan saya setuju sekali kalau pelaksanaan raimuna nasional di luar pulau jawa, seperti PW nasional di gorontalo dan Perti Satuan Karya Nasional.
Mohon maaf kak Awang saya menjawab apa yang kak Awang tuangkan ditulisan diatas, karena saya tau kondisi pramuka di daerah - daerah pulau jawa karena saya sendiri Asli Kal - Teng, yang penting semangat kita untuk memajukan pramuka tidak luntur oleh makin maraknya kedgiatan - kegiatan kepanduan yang lain seperti HW, Kepanduan PKS, dll.Terimakasih

Salam Pramuka
pramukasmpn7cilegon wrote on Apr 17
betul tuh .........
cibubur dah sempit yang rencana 40 orang tiap cabang tapi dalam PP hanya 20 orang tiap cabang doang...
masa yang jadi pinkon hanya daerah aj...........
lagian UU pramuka belum final disahkan baru RUU aja
kalo UU Kepramukaan sudah di ketok palu kemungkinan akan ada dana dari APBN .....
salam Pramuka..........
awangbanget wrote on Apr 18
ya bener banget, aku dukung.................. salam pramuka
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help