Raimuana 2008 sudah didepan mata tepatnya bulan 27 juni – 27 juli 2008, lebih dari 15000 pramuka penegak dan pandega akan berkumpul di bumi perkemahan cibubur. Kegiatan nasional ini merupakan ajang pertemuan pramuka penegak dan pandega berasal dari seluruh pelosok Indonesia. Saat ini pramuka adalah generasi muda yang digembleng dengan nilai patrioatisme serta memananamkan watak yang berbudi luhur. Pramuka merupakan identitas bangsa yang didalamnya terkandung nilai – nilai filosofi untuk berbuat bersama dalam membangun bangsa dan Negara. Pramuka juga suatu lembaga yang netral dan bersifat pendidikan, walaupun kadang dengan menerap militerisme dalam pengembangannya.
Raimuna yang disebut sebagai pesta penegak sudah dilaksanakan untuk yang kesembilan kalinya, tetapi apakan raimuana memang dibangun dengan nilai kebangsaan dan apakah raimuna dibangun dengan kebhinekaan. Apabila dibangun dengan nilai kebangsaan mengapa bersifat sentralistik ? mengapa bersifat jawasentrik ?. apakah memang dibangun dengan maksud untuk memperkenalkan “anak kampung” dengan pulau jawa, sehingga mereka akan melihat “Jakarta”.
Bagaimana kebhinekaan harusnya disebarkan dengan nilai – nilai menghargai keberadaan daerah di Indonesia, bukan sikap arogan pusat yang mengharuskan dipulau jawa. Bagaimana pramuka bisa menebarkan nilai – nilai keadilan, sementara nilai – nilai keadilan yang disebar di raimuna tidak ada. Pernah saya berdiskusi dengan peserta Pertiwana 2007 bagaimana perjuangan peserta daerah untuk bisa mengikuti kegiatan di Jakarta. Apakah teman – teman dari pulau jawa tahu ?
Seharusnya pihak pusat mengerti akan hal ini, daerah juga seharusnya diberikan kesempatan dalam mengelola kegiatan. Daerah juga seharusnya diberikan kepercayaan dalam melaksanakan kagiatan nasional. Kegiatan yang dilaksanakan didaerah merupakan ajang mengenalkan daerah kepada 15000 peserta raimuna yang tersebar di Indonesia yang juga akan membantu pengembangan pariwisata. Setidaknya pada saat pelaksanaan raimuna banyak memberikan keuntungan berbagai pihak didaerah.
Seharusnya “kita” memikirkan hal ini, jangan hanya melihat fasilitas yang ada dipusat, bagaimana daerah bisa berkembang kalau tidak ada dorongan dan kepercayaan. Mari kita renungkan bersama, raimuan bukan hanya pesta tetapi mengandung nilai untuk saling menghargai dan mencintai kekayaan budaya Indonesia dan juga menyebarkan perdamainan di bumi indonesia. (awang)